Bumi Kita
Oleh Sony Hermawan
Selasa, 19 Juli 2011
Tampil di Televisi, Nazaruddin Tiru Osama
JAKARTA - Dari tempat persembunyiannya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menepati janji untuk membuka aib partai dan koleganya apabila dikorbankan.
Rabu, 13 April 2011
Video Terbaru Briptu Norman
Komandan Brimob Gorontalo hingga Kapolri muncul dalam video terbaru Norman.
VIVAnews - Briptu Norman Kamaru kembali muncul dalam video terbarunya. Jika dalam video 'Polisi Menggila', anggota Brimob Gorontalo itu melakukan lipsync, kini Norman menyanyikan lagu 'Cinta Farhat' karya pengacara Farhat Abbas.
Video klip terbaru Norman ini beredar dalam situs Youtube dan memiliki durasi 3 menit 29 detik. Video ini diunggah pertama kali sejak Senin, 11 April 2011, dan kini sudah dikunjungi 55 ribu orang.
Video itu dibuka dengan gambar patung Jenderal Sudirman dan gedung-gedung di Jakarta. Selain itu, sejumlah pimpinan Norman dari Komandan Brimob Gorontalo hingga Kapolri Jenderal Timur Pradopo tampak dalam video itu.
VIVAnews - Briptu Norman Kamaru kembali muncul dalam video terbarunya. Jika dalam video 'Polisi Menggila', anggota Brimob Gorontalo itu melakukan lipsync, kini Norman menyanyikan lagu 'Cinta Farhat' karya pengacara Farhat Abbas.
Video klip terbaru Norman ini beredar dalam situs Youtube dan memiliki durasi 3 menit 29 detik. Video ini diunggah pertama kali sejak Senin, 11 April 2011, dan kini sudah dikunjungi 55 ribu orang.
Video itu dibuka dengan gambar patung Jenderal Sudirman dan gedung-gedung di Jakarta. Selain itu, sejumlah pimpinan Norman dari Komandan Brimob Gorontalo hingga Kapolri Jenderal Timur Pradopo tampak dalam video itu.
Jumat, 03 Desember 2010
Desa Sendangkulon Kec. Kangkung Sebagai Penghasil Bawang Merah Di Kab. Kendal
Cara Penanaman Bawang Merah dengan Pupuk Organik
1. Bawang Merah, varietas Bima,ditanam pada 22/10/2009/ di lahan seluas : 1 Iring (1.700 m2). Pada usia tanam 7 hari, 29/10/2009, disemprot dengan pupuk organik cair “Dewi Sri” dengan dosis 3 cc per 1 liter air.
Tujuh hari kemudian, pengamatan 6/11/2009, ternyata pertumbuhannya meningkat. Dan selanjutnya disemprot “Dewi Sri” tiap 10 hari sekali. Kemudian, pengamatan di lapangan 23/11/2009, ternyata pertumbuhan vegetatif lebih cepat, lebih segar, dan waras. Pada daunnya hijau segar, dan lebih lebar, ngelung. Terbukti pada usia 30 hari sudah keluar umbinya. Padahal seperti umumnya pada petani lain, biasanya umbi akan mulai keluar setelah usia 40 hari.
Pada 9/12/2009, Bawang Merah ini dipanen pada usia 50 hari. Ternyata umbinya lebih besar tampak seragam rata, padat, dan warnanya merah cerah dan segar. Setelah diubin mencapai 1,46 ton.
1. Bawang Merah, varietas Bima,ditanam pada 22/10/2009/ di lahan seluas : 1 Iring (1.700 m2). Pada usia tanam 7 hari, 29/10/2009, disemprot dengan pupuk organik cair “Dewi Sri” dengan dosis 3 cc per 1 liter air.
Tujuh hari kemudian, pengamatan 6/11/2009, ternyata pertumbuhannya meningkat. Dan selanjutnya disemprot “Dewi Sri” tiap 10 hari sekali. Kemudian, pengamatan di lapangan 23/11/2009, ternyata pertumbuhan vegetatif lebih cepat, lebih segar, dan waras. Pada daunnya hijau segar, dan lebih lebar, ngelung. Terbukti pada usia 30 hari sudah keluar umbinya. Padahal seperti umumnya pada petani lain, biasanya umbi akan mulai keluar setelah usia 40 hari.
Pada 9/12/2009, Bawang Merah ini dipanen pada usia 50 hari. Ternyata umbinya lebih besar tampak seragam rata, padat, dan warnanya merah cerah dan segar. Setelah diubin mencapai 1,46 ton.
Kamis, 02 Desember 2010
Perseteruan Antara SBY dengan "Pak Sultan".
Heru Lelono: Pemerintah Cari Formula Mulia Bagi Sultan
Jakarta, 2/12 (ANTARA) - Staf Khusus Presiden Bidang Informasi Heru Lelono mengatakan, pemerintah tengah mencari formula posisi yang tepat, mulia dan memiliki keistimewaan bagi Sultan.
"Presiden Yudhoyono beserta seluruh kabinet berikhtiar, dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebagai penjuru teknis untuk mencari formula posisi yang mulia dan memiliki hak istimewa bagi seorang Sultan Yogyakarta, di atas seorang gubernur di provinsi Yogyakarta," kata Heru di Jakarta, Kamis.
Heru menyatakan, kalau semua berpikir jernih dan benar-benar hendak memuliakan sejarah Kesultanan Yogyakarta, maka harus disusun UU yang menempatkan Sultan Yogyakarta secara istimewa.
"Beliau (Sultan) tidak boleh dibebani oleh tanggungjawab birokrasi politik, namun memiliki keistimewaan wewenang tertentu," kata dia.
Jakarta, 2/12 (ANTARA) - Staf Khusus Presiden Bidang Informasi Heru Lelono mengatakan, pemerintah tengah mencari formula posisi yang tepat, mulia dan memiliki keistimewaan bagi Sultan.
"Presiden Yudhoyono beserta seluruh kabinet berikhtiar, dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebagai penjuru teknis untuk mencari formula posisi yang mulia dan memiliki hak istimewa bagi seorang Sultan Yogyakarta, di atas seorang gubernur di provinsi Yogyakarta," kata Heru di Jakarta, Kamis.
Heru menyatakan, kalau semua berpikir jernih dan benar-benar hendak memuliakan sejarah Kesultanan Yogyakarta, maka harus disusun UU yang menempatkan Sultan Yogyakarta secara istimewa.
"Beliau (Sultan) tidak boleh dibebani oleh tanggungjawab birokrasi politik, namun memiliki keistimewaan wewenang tertentu," kata dia.
Selasa, 30 November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)